Cara Shalat Gerhana Matahari
Di awal gerhana kumandangkanlah takbir seperti takbir hari raya di masjid-masjid dan mushalla, atau di rumah masing-masing baik secara perorangan maupun bersama-sama.
عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ ، قَالَ: قال رسول الله: فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَاحْمَدُوا اللهَ ، وَكَبِّرُوا ، وَسَبِّحُوا ، وَصَلُّوا حَتَّى يَنْجَلِيَ كُسُوفُ أَيِّهِمَا انْكَسَفَ
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anh bersabda Rasulullah s.a.w: “Jika kalian melihat gerhana maka ucapkanlah bacaan tahmid, takbir dan tasbih, dan sholatlah kalian, sampai gerhananya habis.
Sebelum shalat dimulai serukanlah ucapan “as-Shalâtu Jâmi’ah” sebagai tanda ajakan atau dimulainya shalat gerhana secara berjama’ah di masjid (البخارى: باب صلاة الكسوف جماعة), meskipun boleh juga dikerjakan dengan munfarid; sholat sendirian di rumah. Setiap muslim, termasuk kaum ibu dan anak-anak dianjurkan mengikuti shalat gerhana.
Sunnah hukumnya diimami oleh imam yang ‘alim dan faqih dengan bacaan surah, rukuk dan sujud yang panjang secara jahr dalam 2 rakaat 4 rukuk. Jika tidak ada, maka yang hadir di antara jama’ah bertindak menjadi imam.
Sholat gerhana matahari (sholatul kusuf) atau gerhana bulan (sholatul-khusuf) terdiri 2 rakaat dengan bacaan jahr (bersuara) dengan 2 kali berdiri; 2 rukuk; 2 sujud dalam satu rakaat, sebagaimana dalam Hadits ‘Aisyah di mana cara ini menjadi pilihan Jumhur ‘Ulama.
RAKAAT-1: takbiratul-ihram, iftitah, al-Fatihah dan surah yang angat panjang; lalu rukuk dan tasmi’ dengan membaca sami’allahu limanhamidah tanpa membaca rabbana walakal-hamdu, lalu kembali pada posisi tegak berdiri dengan tangan bersedekap. Selanjutnya baca Al-Fatihah lagi, surah yang sedikit lebih pendek dari yang pertama, rukuk, turun sujud, duduk antara dua sujud, sujud dan bangkit ke rakaat kedua.
RAKAAT-2: langsung baca Al Fatihah dan surah yang panjang, selanjutnya sama dengan gerakan pada rakaat pertama.
Usai shalat, jama’ah diberi waktu untuk berdzikir sejenak, memperbanyak istighfar, memanjatkan do’a perlindungan dan keselamatan agar tetap terpelihara dalam rahmat dan terjaga dari bala’. Doa ini boleh diucapkan selama gerhana, sebelum atau sesudah sholat.

Tidak ada komentar: